Terkait Dugan Ribuan Material RTLH Di Desa Renak Dungun Dijual, Ini Penjelasan Bendahara Pokmas

- Jurnalis

Senin, 9 Mei 2022 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meranti– Bendahara Pokmas sekaligus penerus program pembangunan bantuan rumah tinggal layak huni (RTLH) di Desa Renak Dungun Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau kembali memberi penjelasan, terkait adanya dugaan penjualan ribuan material RTLH yang baru ini menimbulkan polemik.

Seperti diberitakan sebelumnya, oknum pengurus pokmas di desa tersebut atas tudingan dugaan telah menjual ribuan material RTLH bantuan dana alokasi dari aspirasi anggota DPRD Provinsi Riau Hj Farida Saad dari partai Nasdem sebesar Rp 1,120 miliar untuk pembangunan RTLH sebanyak 16 yunit.

Asuro selaku bendahara pokmas sekaligus pengurus yang melaksanakan progam pembangunan RTLH kembali memberi penjelasan, menurutnya persoalan tersebut hanya miskomunikasi dan ada ke salah pemahaman di internal Pokmas di lapangan.

“Ini sebenarnya hanya miskomunikasi dan ke salahpahaman di internal Pokmas di lapangan. Kalau untuk pengerjaan tidak ada masalah hanya saja ada beberapa rumah yang belum selesai di cat dan mudah-mudahan dalam waktu dekat ini selesai,” Kata Asuro saat bertemu dengan media ini,Minggu 08/05/2022 malam.

Mengenai sisa-sisa material ada yang di jual memang benar adanya dan uang dari penjualan digunakan untuk membeli material lainnya.

“Batu bata 3000 keping, batu krikil dua gerobak dengan nilai lebih kurang Rp 6.000.000 dan uang itu kita gunakan untuk membeli material yang kurang seperti semen, cat dan keperluan material lainya,”Ujarnya.

“Memang teknis lapangan banyak persoalan maka saya belum bisa menjelaskan secara rinci pada saat itu, karena kita lagi ditimpa musibah ketua pokmas meninggal dunia dan ada sedikit persoalan yang belum diselesaikan seperti pembayaran upah tukang, pelansir material dan pengesup material. Dan saya ini meneruskan pengerjaan sejak 14 Febuari 2022 lalu,” terangnya.

Surizal, selaku konsultan perpanjangan tangan dari dinas bidang perumahan (perkim) juga menyampaikan bahwa Sejauh ini untuk pengerjaan tidak ada masalah dan sesuai dengan perencanaan. dan memang ada beberapa rumah yang di saat ini lagi definisink mudah-mudahan dua tinga hari ini sudah selesai,” tambah Surizal kepada media ini melalui via telfon,Senin 09/05/2022.

“Memang teknis di lapangan ada hambatan seperti untuk masuk bahan ke lokasi selain jauh juga tergantung pasang dan surut air laut dan itu kita maklumi,”tutupnya.(mt).

 

 

 

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Komitmen Kebangsaan
Pengurus Koperasi Silva Aulia Lestari Hormati Kebijakan Penertiban Panglong Arang Bakau
Polsek Tebing Tinggi Barat dan Kelompok Tani Tanam Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan
ASN Meranti Dilarang Live Streaming Saat Jam Dinas
Perkuat Korwas PPNS, Polres Meranti Bahas Implementasi KUHAP 2025
PT Timah Salurkan Belasan Sapi Kurban di Meranti
Kunker Ke Meranti DPRD Karimun Pelajari Strategi Digitalisasi Disdukcapil
Bhabinkamtibmas Desa Sungai Cina Cek Kelompok Ternak Ikan Mujair untuk Dukung Ketahanan Pangan Rangsang Barat

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 09:18 WIB

Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Komitmen Kebangsaan

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:47 WIB

Pengurus Koperasi Silva Aulia Lestari Hormati Kebijakan Penertiban Panglong Arang Bakau

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:38 WIB

Polsek Tebing Tinggi Barat dan Kelompok Tani Tanam Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:50 WIB

ASN Meranti Dilarang Live Streaming Saat Jam Dinas

Senin, 25 Mei 2026 - 16:20 WIB

Perkuat Korwas PPNS, Polres Meranti Bahas Implementasi KUHAP 2025

Berita Terbaru