Blasting PT Karimun Granit mengeluarkan bau amonia

- Jurnalis

Senin, 24 Februari 2020 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karimun – Ledakan dahsyat yang ditimbulkan oleh blasting PT Karimun Granite yang berada di Pasir Panjang kabupaten Karimun menimbulkan ketakutan ratusan warga yang bermukim disekitar areal penambangan ,Kamis (20/2/2020) pukul 16.45.Wib.

Alhasil, udara di sekitar itu jadi tercemar dan kesehatan warga setempat terancam karena diduga ada zat kimia berbahaya yang terlepas ke udara karena ledakan.

Sejak PT Karimun Granite (PT KG) melakukan eksploitasi tambang granit di kawasan Gunung Betina,Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat kabupaten Karimun Kepri, sampai saat ini menuai kontroversi yang berkepanjangan terhadap masyarakat yang berdampak langsung terhadap aktifitas PT KG.

Hal ini disampaikan oleh tokoh masyarakat Pasir Panjang Syahmanan ketika dikonfirmasi di kediamannya,Jum’at (21/2) mengaku bahwa kualitas udara pasca ledakan pada hari Kamis (20/2) lalu sangat buruk.

Baca Juga :  Rapat warga bersama Oso Group gagal capai kesepakatan

“Bau bahan kimia serta kepulan debu kuning masih menguar di udara pasca ledakan yang terjadi di lokasi penambangan batu granit milik PT Karimun Granite (KG),”kata Manan.

Bukan itu saja kata Manan,ledakan dari blasting itu tidak seperti biasanya,bahkan debu yang ditimbulkan dari ledakan itu berbau amonia dan kami merasa ketakutan sàat itu.

“Kami mulai panik,kejadian ini sudah luar biasa,maka dari itu pihak PT KG harus bertanggung jawab atas kejadian ini.

Sampai saat ini terang Manan,banyak persoalan antara masyarakat dengan pihak PT KG yang belum diselesaikan sejak tahun 2018 lalu

Baca Juga :  Pertemuan warga dengan PT KG sempat memanas

“Jikalau dalam waktu dekat ini tidak ada penyelesaian terhadap hak-hak masyarakat di penuhi maka untuk sementara jalan PT KG akan kami blokir,”tegasnya.

Sementara Samsul Kepala Teknik Tambang PT Karimun Granite membenarkan ledakan yang terjadi pada sore itu merupakan hasil dari ledakan blasting,hanya saja waktu peledakan tersebut dirinya tidak berada di lokasi.

“Saat peledakan itu saya tidak berada di lokasi,namun secara teknis blasting yang terjadi sebenarnya itu jauh lebih kecil bahan material peledaknya dibanding dengan sebelumnya,”kata Samsul yang merangkap jabatan Manager Operasional ini usai pertemuan dengan warga di Aula Kantor Camat Meral Barat,Jum’at (21/2).***

(ura)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakapolres Tinjau Progres Sumur Bor, solusi Air Bersih Bagi 100 KK di Selatpanjang Timur
Berantas Narkoba Melalui Program Kampung Tangguh,Empang Pandan Kampung Binaan Polres Siak Dinilai Tim Ditresnarkoba Polda Riau
Anggota DPRD Partai Demokrat, Ellisya Apresiasi Peringatan Hari Jadi Ke-18 KKA
Menaker Tekankan Tata Kelola Ketenagakerjaan yang Berdampak bagi Masyarakat
DWP Kemnaker Gelar Workshop untuk Bangun Lingkungan Kerja yang Peduli dan Responsif
Diduga Beras Oplosan, Satgas Pangan Diminta Periksa Gudang milik AC di Baran
Menaker Yassierli: Pekerja dan Perusahaan Harus Jadi Mitra Strategis
Hari bayangkara ke 80 kampung tangguh anti narkoba banglas barat di nilai polda riau

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:04 WIB

Wakapolres Tinjau Progres Sumur Bor, solusi Air Bersih Bagi 100 KK di Selatpanjang Timur

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:22 WIB

Berantas Narkoba Melalui Program Kampung Tangguh,Empang Pandan Kampung Binaan Polres Siak Dinilai Tim Ditresnarkoba Polda Riau

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:00 WIB

Anggota DPRD Partai Demokrat, Ellisya Apresiasi Peringatan Hari Jadi Ke-18 KKA

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:13 WIB

DWP Kemnaker Gelar Workshop untuk Bangun Lingkungan Kerja yang Peduli dan Responsif

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:45 WIB

Diduga Beras Oplosan, Satgas Pangan Diminta Periksa Gudang milik AC di Baran

Berita Terbaru

Kep Meranti

Polsek Tebing Tinggi Barat Lakukan Pembinaan Tanaman Timun

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:36 WIB