Lapor Kasus Pencurian Malah Si Lapor Turut Di Tangkap Polisi

- Jurnalis

Sabtu, 21 Januari 2017 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com.SELATPANJANG – Entah apa yang ada di benak Az (19) warga Nipah Sendanu Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti, Riau. Pemuda binaan pihak Kecamatan Tebingtinggi Timur ini menceritakan kasus pencurian yang dilakukan oleh temannya sendiri pada korban Ino (25) honorer PMM yang terjadi, Jumat (13/1/2017) pagi.

Singkat cerita, atas laporan itu, ujung-ujungnya Az juga ikut ditangkap polisi. Begini kejadiannya.

Menurut Amril, salah seorang koordinator Satpol PP di Kecamatan Tebingtinggi Timur, mereka ada membina seorang pemuda usia 19 tahun berinisial Az. Az mendapat pembinaan sekitar 1 bulan lantaran kedapatan mencuri barang milik salah satu warga desa setempat. Oleh pihak desa Az didamaikan dengan korban yang kebetulan korban tidak mempermasalahkan kerugian atas kejahatan Az itu.
Namun, atas permintaan bersama, Az dibina di Kantor Camat layaknya petugas di sana. Az harus datang pagi hari dan pulang sore. Segala kegiatan di kantor terkadang Az ikut membantu. Pembinaan itu dilakukan lebih kurang 1 bulan.

Awal kejadian, Jumat siang itu Az menceritakan kepada Amril bahwa barang milik Ino berupa Samsung Galaxy Tab 3 yang hilang ada di rumah Sup (20) warga Nipah Sendanu.

Mendapat informasi ini, Amril ditemani beberapa temannya langsung mendatangi rumah Sup. Kebetulan saat itu Sup ada dan dilakukan perundingan. Setelah lama berunding itu, Sup mengakui kalau barang curian milik Ino itu ada bersama dirinya.

Namun, saat itu Sup membantah kalau dirinya yang mencuri. Kata Sup, Tab 3 milik Ino itu diambil oleh temannya yang bernama Sap (20) yang juga warga Nipah Sendanu.

Setelah mendengar cerita ini, Satpol PP berencana membawa Sup dan barang bukti berupa Tab 3 ke kantor Desa Nipah Sendanu. Di perjalanan, rombongan berpapasan dengan Sap. Tak ingin buruannya kabur, Satpol PP langsung mengamankan Sap dan membawanya ke kantor desa. Di sana, dilakukan introgasi dan Sap mengakui perbuatannya yang telah mencuri Tab 3 milik Ino.

Mendengar pengakuan dari Sap dan Sup, pihak desa mengaku tidak sanggup mendamaikan lantaran kedua anak ini telah sering diduga melakukan pencurian. Akibat dari sepak terjang anak-anak muda ini, warga sekitar menjadi resah.

“Kita berkoordinasi dengan pihak kepolisian sektor Tebingtinggi. Lalu, keduanya kita amankan di kantor camat menjelang polisi datang,” kata Amril, Sabtu (21/1/2017).

Diceritakan Amril lagi, Sabtu pagi, polisi sampai ke Tebingtinggi Timur. Tidak menunggu lama, pihak kepolisian langsung mengintrogasi kedua tersangka.
Usut punya usut, Sup mengaku terlibat juga atas pencurian mesin pompa air milik Mushalla Al-Khairat, Rabu (14/12/2017) yang lalu.

Yang paling mengejutkan, ternyata saat beraksi itu Sup bersama temannya Wa (19) warga Desa Sei Tohor dan Az yang tak lain adalah pelapor awal atas barang curian berupa Tab 3. Dengan cekatan polisi dan Satpol PP mengamankan Az dan Wa.

Keempat tersangka, Sap, Sup, Az, dan Wa, telah dibawa ke Selatpanjang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa mesin pompa air merk Shimizu yang didapatkan dari rumah salah satu warga bernama Eri. Rupanya Eri membeli mesin pompa air itu seharga Rp250 ribu dari tersangka Sup dan Wa. Sementara Az mengaku tidak terlibat langsung pencurian mesin cuci, namun menikmati hasil penjualan itu.

“Mereka berempat ini komplotan dan sering melakukan pencurian yang menyebabkan warga resah,” ujar Amril lagi. ***

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Momentum Ramadhan Satreskrim Bagian SDM Humas Polres Meranti Berbagi Ratusan Takjil Di Pondok Pesantren
Subkontraktor Bongkar Material Proyek JIAT di Meranti, Diduga Terkendala Pembayaran
Polres Meranti Berhasil Amankan Festival Perang Air Nasional Resmi Di Tutup Kementerian BNPP RI
Bupati Asmar Tutup Festival Perang Air Meranti 2026
Bupati Asmar Lepas 75 Mubaligh Ramadhan di Meranti, Siap Sebarkan Dakwah dan Pesan Pembangunan ke Masyarakat
Launching Serentak Program Kapolda Riau, Personel Polres Meranti Kenakan Tanjak dan Selempang Setiap Jumat
Jelang Ramadan 1447 H, Bupati Asmar Pimpin Apel Hari Kesadaran Nasional dan Tekankan Disiplin ASN di Meranti
Lepas 75 Mubalig Ramadan, Bupati Asmar Harap Suarakan Program Pemerintah

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 07:30 WIB

Momentum Ramadhan Satreskrim Bagian SDM Humas Polres Meranti Berbagi Ratusan Takjil Di Pondok Pesantren

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:15 WIB

Subkontraktor Bongkar Material Proyek JIAT di Meranti, Diduga Terkendala Pembayaran

Sabtu, 21 Februari 2026 - 13:24 WIB

Polres Meranti Berhasil Amankan Festival Perang Air Nasional Resmi Di Tutup Kementerian BNPP RI

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:25 WIB

Bupati Asmar Tutup Festival Perang Air Meranti 2026

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:05 WIB

Bupati Asmar Lepas 75 Mubaligh Ramadhan di Meranti, Siap Sebarkan Dakwah dan Pesan Pembangunan ke Masyarakat

Berita Terbaru