Liputankepri.com,Selat Panjang – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kepulauan Meranti siap mengikuti Raimuna Nasional XI Pramuka Indonesia Tahun 2017 di Bumi Perkemahan Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur tanggal 12 Agustus 2017 mendatang. Hanya saja, perlu pembahasan di tingkat kabupaten, mengingat biaya yang dibutuhkan tak sedikit.
Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Meranti H Said Hasyim, usai mengikuti Rakor Persiapan Raimuna Nasional, di Gedung Kwarda Gerakan Pramuka 04 Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Sabtu (3/2/2017). “Ya kita siap mengikuti Raimunas nanti. Cuma ada beberapa hal yang mesti dibicarakan lagi, terutama biaya yang kita nilai tak sedikit,” jelas Ka Kwarcab Gerakan Pramuka Kepulauan Meranti H Said Hasyim.
Rakor persiapan mengikuti Raimunas XI Jakarta, langsung dipimpin oleh Ka Kwarda HM Azali Johan, dan dihadiri Ka Harian OK Nizami Jamil, Waka Organisasi H Kasiarudin dan sejumlah perwakilan Kwarcab di 12 Kabupaten Kota se Provinsi Riau.
Direncanakan masing-masing Kwarcab akan memberangkatkan 24 orang perwakilan dengan kriteria Pramuka Garuda Penegak dan Pandega (tingkat SMU), termasuk Kwarcab. Kabupaten Kepulauan Meranti.
Dalam pertemuan itu, satu hal yang menjadi pembahasan hangat dari para perwakilan Kwarcab yakni masalah biaya pemberangkatan. Hasil rincian panitia, perorang membutuhkan biaya yang dinilai cukup besar, yakni Rp5 juta. Biaya itu, meliputi camfee peserta, jaket, baju seragam, tas dan perlengkapannya, matras, transportasi, konsumsi dan biaya lainnya.
Para perwakilan Kwarcab yang hadir berharap biaya dapat diefisienkan lagi karena menyangkut anggaran Pemda yang jumlahnya sangat terbatas. “Kita nilai biaya itu cukup besar, ini harus dibicarakan lagi, kalo bisa Kwarcab juga dapat subsidi dari Kwarda,” kata Said Hasyim.
Menurut Wakil Bupati Kepulauan Meranti itu lagi, biaya Rp5 juta perorang cukup besar. Apalagi harus memberangkatkan hingga 24 orang sekaligus. Hal ini memang layak dipertimbangkan berhubung semakin kecilnya anggaran APBD Kabupaten/Kota dampak dari rasionalisasi anggaran. “Kalau Rp5 juta saya kira cukup besar, idealnya Rp2 jutaan lah. Tapi ini belum final, nanti masih ada pertemuan (Kwarda) lagi,” jelasnya.
Sekedar informasi dari hasil Rakor disepakati pemberangkatan kontingen menggunakan Bus atau melalui jalur darat. Semua peserta perwakilan Kwarcab diminta menyiapkan segala sesuatu yang dianggap perlu selama di perjalanan. Menyangkut biaya yang telah dirinci panitia, sifatnya belum final kedepan akan dilakukan pembahasan dalam pertemuan berikutnya. (An)










