Fenomena Hujan Es Jakarta

- Jurnalis

Rabu, 29 Maret 2017 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Liputankepri.com Jakarta – Wilayah Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan es kemarin sore. Meski terdengar aneh, namun rupanya hujan es adalah fenomena alam yang biasa terjadi.
“Itu adalah pergerakan monsun di mana musim pancaroba akan mulai. Hujan es biasa. Sebenarnya kristal, bukan es. Itu akibat penumpukan partikel dalam awan sebelum hujan,” ujar peneliti perubahan iklim Prof Wayan Suparta 

Wayan merupakan peneliti sekaligus pengajar di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kini Wayan tengah menelitidampak perubahan iklim dengan mencari petir di Antartika.

Mengenai hujan es atau kristal, menurut Wayan, biasanya terjadi pada wilayah yang lingkungannya relatif sejuk dan sering hujan. Wilayah khatulistiwa yang beriklim tropis pun tetap bisa mengalami hujan es.

“Itu akibat awan cumulonimbus (Cb) yang mengalami pendinginan sebelum sempat mencair atau jatuh ke bumi. Kalau di daerah musim sejuk itu akan menghasilkan hujan salju,” papar Wayan.

Hujan es normalnya terjadi hanya beberapa menit hingga beberapa jam saja. Selain itu hujan es relatif tidak menimbulkan kerusakan besar.

Sebelumnya hujan es mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Selasa sore (28/3). Kristal-kristal air turun disertai hujan lebat dan petir.

BMKG pun langsung memberi penjelasan bagaimana fenomena ini bisa terjadi. Indikasi terjadinya hujan lebat atau hujan es disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat yakni:

– Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

– Udara terasa panas dan gerah akibat adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5°C) disertai dengan kelembapan yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembapan udara di lapisan 700 mb (> 60%).

– Mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan kumulus (awan putih berlapis-lapis). Di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

– Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu/hitam yang dikenal dengan awan kumulonimbus.

– Pepohonan di sekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat.

– Terasa ada sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri.

– Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba. Apabila hujannya gerimis, kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.

– Jika 1-3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim transisi/pancaroba/penghujan, ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung 

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Asmar Temui Bappenas RI, Perjuangkan Dukungan APBN 2027 untuk Infrastruktur dan Pembangunan Kepulauan Meranti
Resmi Masuk KBLI 2025, Influencer dan YouTuber yang Belum Punya NIB Siap-Siap Kena Sanksi OSS
Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursid SH Kembali Tinjau Tanaman Jagung Pipil di Desa Kayu Aro
Karimun Berpeluang Menjadi Pusat Pertumbuhan Baru
Kapolsek Kampar Kiri Pimpin Panen Raya Jagung Pipil di Desa Gunung Mulya
Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
Wamenaker: Industri Kini Tak Lagi Hanya Bertanya Ijazah, tapi juga Kompetensi
Tim Gabungan Kodaeral IV-Lanal TBK Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi di Perairan Karimun

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:42 WIB

Bupati Asmar Temui Bappenas RI, Perjuangkan Dukungan APBN 2027 untuk Infrastruktur dan Pembangunan Kepulauan Meranti

Jumat, 19 Juni 2026 - 00:26 WIB

Resmi Masuk KBLI 2025, Influencer dan YouTuber yang Belum Punya NIB Siap-Siap Kena Sanksi OSS

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:23 WIB

Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursid SH Kembali Tinjau Tanaman Jagung Pipil di Desa Kayu Aro

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:18 WIB

Karimun Berpeluang Menjadi Pusat Pertumbuhan Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:11 WIB

Kapolsek Kampar Kiri Pimpin Panen Raya Jagung Pipil di Desa Gunung Mulya

Berita Terbaru