
liputankepri.com, Karimun – Direktur Jendral (Dirjen) Imigrasi, Ronny F Sompie meresmikan penggunaan Anjungan Paspor Mandiri (APM) pertama di Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau, sebagai pelopor utama, Selasa (11/7/2017).
Dalam sambutannya Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie mengatakan, penggunaan APM pertama di Indonesia ini, diharapkan dapat membantu mempermudah masyarakat dalam proses permohonan pembuatan Paspor tanpa melalui antrian.
“Tujuan dibangunnya APM ini untuk lebih memudahkan masyarakat khususnya masyarakat Karimun yang ada di Kepulauan tanpa harus ngantri,” jelas Ronny saat meresmikan APM, yang ditandai dengan pemukulan gong.
Menurutnya, selain masyarakat dapat menghemat waktu ketika proses pengisian formulir hingga pada tahapan wawancara dan pengambilan foto, masyrakat juga dapat menentukan waktunya sendiri sesuai keinginan pemohon.
Apalagi Karimun merupakan wilayah yang berdekatan dengan Negara Tetangga seperti Malaisya dan Singapura, yang tentunya perlu adanya paspor sebagai akses untuk menuju ke negara tersebut dalam berbagai keperluan baik keperluan berobat, silaturahmi dan tidak tertutup juga dalam hal pekerjaan.
Peresmian yang berlangsung di halaman kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Karimun, juga dihadiri oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq, yang juga mengapresiasi penggunaan APM oleh Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun.
“Kami sangat mengapreaiasi terhadap sistem APM yang diterapkan oleh Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Karimun ini. Semoga dengan adanya APM ini dapat mempermudah masyarakat Karimun dalam pembuatan paspor,” ujar Rafiq saat memberikan sambutan.
Sementara itu Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Masarie Yuliansya dalam sambutannya mengatakan, APM yang diterapkan di Imigrasi Kelas II Kabupaten Karimun merupakan satu satunya program yang ada di indonesia. Tanpa melalui antrian yang panjang dan calo.
“Diharapkan, selain dapat memudahkan masyarakat dalam pengurusan pembuatan paspor, juga dapat meminimalisir pembuatan paspor yang melibatkan para calo,” tegas Masarie.
Tampak hadir pada peresmian penggunaan APM, Kakanwil Kemenkumham Kepri, Kakanwil DJBC Khusus Kepri, Kabinda Provinsi Kepri serta Konsuler Luar Negeri. (ron)











