Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196

Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196
Jumaga Nadeak: Soal Defisit,Pemprov Kepri Harus Berupaya Tingkatkan PAD | Berita Terkini class="wp-singular post-template-default single single-post postid-19827 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Batam / Featured / Kepri

Kamis, 23 Agustus 2018 - 13:47 WIB

Jumaga Nadeak: Soal Defisit,Pemprov Kepri Harus Berupaya Tingkatkan PAD

Liputankepri.com,Batam – APBD Perubahan Kepri Tahun Anggaran (TA) 2018 disepakati sebesar Rp 3,584 triliun. Jumlah tersebut menyusut sebesar Rp 10 miliar.

Jika dibandingkan dengan APBD murni 2018 yang disepakati antara Badan Anggaran (Banggar) dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri sebesar Rp 3,594 triliun.

Sebenarnya rancangan pendapatan di APBD Perubahan terjadi peningkatan sebesar 1,45 persen atau sekitar Rp 50 miliar, tapi akhirnya disepakati sedikit menyusut,” ujar Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak dalam sidang paripurna penyampaian Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) di Ruang Sidang Utama, Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang, Senin (20/8)

Baca Juga :  Gubernur Kepri Cemas Jika Transfer Pusat Macet

Diakui Jumaga dari sisi pembiayaan yang mengalami penurunan, sehingga tak mencapai lagi 100 persen. Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab turunnya nilai kekuatan APBDP dibanding APBD Murni tahun ini.

”Di sisa waktu yang ada untuk pelaksanaan 2018 ini, kita berharap Pemprov Kepri terus berupaya untuk mening-katkan PAD,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan (Barenlitbang) Provinsi Kepri, Naharuddin mengatakan setelah TAPD Pemprov Kepri mempelajari dokumen lelang kegiatan di 2018, ternyata sudah banyak kegiatan yang berjalan.

Baca Juga :  Soal Perkara Plat Baja,Gubernur Kepri Bantah Berikan Persetujuan Jual Beli

Setelah dilakukan penyesuaian, jumlah defisit anggaran lebih kurang Rp 346 miliar. Karena kegiatan yang sudah kontrak harus tetap berjalan,” katanya.

Tidak dipungkiri oleh Nahar, kegiatan-kegiatan yang sudah terlaksana sebagiannya merupakan pokok-pokok pikiran dari dewan atau aspirasi masyarakat.

”Berbicara soal pendapatan daerah memang terjadi peningkatan lebih kurang Rp 50 miliar. Tetapi jumlah tersebut tidak bisa untuk menutupi defisit yang terjadi,” jelas Naharuddin.

Sebelumnya defisit diperkirakan menembus angka Rp 550 miliar. Namun setelah dicermati lagi, cuma Rp 346 miliar. Namun, tunda bayar sejumlah proyek tak terhindarkan.***

 

 

Share :

Baca Juga

Featured

Kapolresta Blusukan, Warga : Enak Tak Repot, Petugas Vaksin Yang Langsung Datang

Berita

BPN Bakal Gelar Pasar Murah di Kabupaten Karimun

Featured

Setelah RSUD Karimun,Kini Jembatan I Dompak Akan Diberi Nama Jembatan HM Sani

Featured

Sehari Jelang Natal 2018,Kanwil DJBC Kepri Amankan benih Lobster Sebanyak 95.750 ekor

Berita

Bupati Karimun Serahkan SK-RT/RW Kelurahan Meral Kota

Batam

Penyeludupan PMI Non Prosedural Marak di Batam

Featured

​Kapolda Riau Pimpin Upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat

Batam

BP Batam Pastikan Operasional Terminal Ferry Internasional Batam Center Berjalan Normal
error: Content is protected !!