class="wp-singular post-template-default single single-post postid-254018 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Batam

Rabu, 3 April 2024 - 13:57 WIB

Pengerjaan 4 Rumah Contoh di Tanjung Banon

Batam – Pengerjaan empat rumah contoh untuk warga yang terdampak pengembangan Rempang Eco-City sudah memasuki tahap penyelesaian.

BP Batam melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait mengatakan jika realisasi pengerjaannya pun hampir 100 persen rampung.

Sejauh ini, lanjut Ariastuty, tidak ada kendala yang cukup signifikan dalam tahap penyelesaian bangunan. Termasuk proses pematangan lahan dan penyiapan badan jalan.

“Pengerjaan rumah contoh sudah masuk dalam tahap penyelesaian. Kita berharap, seluruh proses ini dapat rampung dalam minggu ini,” ujar Tuty, panggilan akrabnya, Rabu (3/4/2024).

Baca Juga :  Safari Ramadan Kepala BP Batam: Momentum Perkuat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat

Ia mengatakan, pemerintah pusat melalui BP Batam berkomitmen untuk segera menyelesaikan seluruh pembangunan rumah baru yang berlokasi di Tanjung Banon tersebut.

Dengan harapan, publik dapat melihat keseriusan pemerintah dalam menyiapkan hunian yang nyaman bagi warga Rempang ke depannya.

“Tim menargetkan, 100 rumah sudah berdiri di Tanjung Banon hingga September nanti. Pembangunan rumah berikutnya sudah masuk tahap lelang, tinggal tunggu eksekusi pengerjaan karena anggaran sudah tersedia,” tambah Tuty.

Sesuai arahan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Tuty menekankan bahwa pihaknya akan selalu mengedepankan hak-hak masyarakat agar tidak terabaikan.

Baca Juga :  Marlin Agustina Lantik Pimpinan Cabang Muslimat NU Lingga

Bahkan, BP Batam dan Tim Terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan juga melibatkan seluruh unsur dalam menyusun kebijakan terkait penanganan dampak sosial terhadap pengembangan proyek strategis nasional tersebut.

Di beberapa rapat tindak lanjut pengerjaan proyek, BP Batam pun turut mengundang unsur akademisi, tokoh masyarakat Melayu, serta perwakilan warga yang terdampak.

“Setiap pembangunan pasti ada dampak sosial. Tapi yang terpenting adalah bagaimana menangani dampak sosialnya secara humanis dengan mengedepankan hak-hak masyarakat agar tidak terabaikan,” tutup Tuty. (*)

 

Humas BP Batam 

Share :

Baca Juga

Batam

Siapa Pemilik Mobil Mewah Bekas Asal Singapura Yang Diamankan Dirpolair Mabes Polri..?

Batam

Polsek Lubuk Baja mengeluarkan Himbauan dan Waspada

Batam

Dit Intelkam Polda Kepri Gelar Coffee Morning bersama Tokoh Adat

Batam

SMP Negeri 20 Batam Gelar Vaksin Corona, Bagi Pelajar Usia 12 – 17 Tahun

Batam

Judi Jackpot Kembali Beroperasi di Batam, Aliansi LSM ORMAS Peduli Kepri Surati Kapolri

Batam

Kasus Dugaan Cabul Pegawai Kejari Kembali Diperiksa

Batam

Batam dan Karimun Sorganya Penyelundup

Batam

Tjetjep Yudiana: Ruang Inap Covid-19 di RSUP Kepri Penuh
error: Content is protected !!