Batam – Para tokoh di Provinsi Kepri akan memperebutkan delapan kursi Senayan untuk di tahun 2024 yang akan datang.
Sihabudin Arifin Politikus dari Partai Ummat mempresidiksi pesta demokrasi tahun 2024 jadi pertarungan yang paling ketat di Provinsi Kepri, sebab para calon yang ikut mendaftarkan semuanya para tokoh yang berpengaruh baik regional dan nasional.
“Jadi untuk merebut hati masyarakat kepri sangat sukar di tebak sebab dari masing-masing calon punya kelebihan atau ketokohan yang tidak bisa di samakan,” kata Sihabudin Arifin kepada media ini, Jum’at (11/2/2022).
Ia mengatakan, perlu di ketahui untuk calon yang ikut dalam pesta Demokrasi di isi oleh Putra Kepri yang memang sudah teruji ketokohannya seperti diantarnya, Mantan Gubernur Kepri, Isdianto, Suryani Politikus PKS dan juga Cagub Kepri, Alias Wello (mantan Bupati Lingga).
Selain itu, Aunur Rafiq (Bupati Karimun), Irwan Nasir (mantan Bupati Meranti),Wakil Ketua Komisi II DPRD Kepri Sirajudin Noor, Jumaga Nadeak (Ketua DPRD Kepri), Rizki Faisal (Ketua Komisi IV DPRD Kepri), Hardi S Hood (mantan anggota DPD RI), Zulbahri (mantan anggota DPD RI).
Kemudian disusul sama Surya Sardi (anggota DPRD Kepri), Jamer Purba (politisi Partai Gerindra), Ririn Warsiti (anggota DPRD Kepri), Jasarmen purba (mantan anggota DPD RI), Asmin Patros (anggota DPRD Kepri) dan Rocky M Bawole (anggota DPRD Kepri).
“Ada empat anggota legislatif DPR RI dari daerah Pemilihan Kepri masih duduk di Senayan yaitu, Asman Abnur anggota DPR RI dari PAN, Sturman (anggota DPRD dari PDIP), Nyat Kadir (anggota DPR RI dari Partai NasDem) , Cen Sui Lan Anggota DPR RI dari Partai Golkar,” ujar Politisi Partai Ummat Batam ini.
Selanjutnya jelas Sihabudin, ada empat anggota DPD RI dari pemilihan Provinsi Kepri, Haripinto, Richard Pasaribu, Darma Setiawan dan Ria Saptarika.
Dalam wawancara awak media Liputan Kepri dengan Kader Partai Ummat Kota Batam Sihabudin Arifin S Ag. M M mengatakan bahwa para legislatif yang duduk di senayan dari Provinsi Kepri kurang memperjuangkan dengan maksimal kesejahteraan masyarakat Kepri.
Hanya duduk manis saja, padahal potensi hasil daerah Kepri sangat luar biasa baik darat ataupun laut ,kalau darat potensi dari Industri dan Pariwisata memang bagus , tapi perlu di ketahui kalau Provinsi Kepri PAD laut ini sekitar 94% sampai 96 % di keliling laut.
Jika ini di perjuangkan oleh para legislator Kepri sangat luar biasa hasilnya bagi kemakmuran masyarakat. Sebagai contoh tentang tangkap laut yang di ambil dari laut Kepri, 1. Siapa yang mengelola dan siapa yang menikmatinya sampai sekarang masyarakat Umum tidak tau kemana 2.PAD tidak pernah di bantu untuk membuka kran dari pendapatan laut itu.
Maka harapan saya jika nanti maju ada tokoh Kepri yang duduk di Senayan dapat memberikan kontribusi yang lebih baik untuk mengambil kebijakan di pusat agar ada perubahan untuk Kepri.
Sampai sekarang, saya menanggapi bahwa para Politisi yang duduk di Senayan saat ini kurang mampu bersuara untuk membangun Kepri. Maka dengan kondisi tersebut para tokoh di Kepri merasa perlu untuk mengganti politisi yang hari ini duduk di Senayan.
Dengan tampilnya para tokoh terbaik putra Kepri akan mewarnai hajat Demokrasi nasional yang akan berlangsung nanti di tahun 2024 mendatang dan menjadi pertarungan yang cukup sengit di sebabkan para kandidat calon memang sudah teruji ketokohannya.
Ditambah lagi, dari mereka memiliki ketokohan yang saling berbeda di mata masyarakat Kepri dan merupakan politisi yang sudah malang melintang di Dunia politik Kepri selama ini dan ada juga masih menjabat sebagai anggota legislatif DPRD, DPRI, DPD saat ini.
Kendati demikian, pada pemilihan caleg ini di lakukan bersama dengan pemilihan Capres, apalagi masa jabatan Presiden Jokowi sudah dua periode atomatis ada calon atau figur baru yang akan menduduki capres nanti jadi membuat pesta demokrasi di Indonesia nanti akan menjadi seru dan makin semarak.
Dikatakan beliau, sudah ada denyut demokrasi 2024 dan sudah terasa saat ini, Walaupun masih lama sekitar dua tahun lagi perhelatan akbar demokrasi digelar. Karena sudah mulai nampak terlihat dari pergerakan tokoh tokoh melakukan sosialisasi dan pendekatan di tengah masyarakat saat turun langsung baik sosial dan Agama.
Hanya saja, untuk pesta Demokrasi ini sangat bagus bagi perkembangan karena masyarakat langsung memilih para tokoh yang menjadi panutan untuk kemajuan daerah,” papar bendahara DPD Partai Ummat ini mengakhiri.***










