PT GRM,Kompensasi Nelayan Belum Dibayarkan

- Jurnalis

Kamis, 12 Desember 2019 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,Karimun – PT Grace Rich Marine (GRM) belum membayar kompensasi bagi 33 orang pemilik kapal nelayan gumbang yang berada di Kelurahan Sungai Pasir Kecamatan Meral, kabupaten Karimun,kepulauan Riau.

Hal ini di ketahui saat Launching Meral Integrated Maritime Industry yang dikelola PT GRM di Kelurahan Sungai Raya, Kecamatan Meral, Kamis (12/12/).

Salah seorang nelayan kapal gumbang yang enggan di sebutkan namanya kepada media ini disela-sela acara mengaku pihak PT GRM belum membayar kompensasi kepada 33 pemilik kapal nelayan gumbang.

“Sampai saat ini pihak PT GRM belum membayar kompensasi kepada kami,sementara negosiasi sudah dilakukan selama empat hari sebelum launcing ini dilaksanakan,”kata sumber.

Selain itu kata sumber,dirinya bersama kelompok pemilik kapal nelayan gumbang mendukung penuh investasi PT CCC yang di kelola PT GRM,namun nasib kami nelayan gumbang juga harus di perhatikan.

“Sudah empat kali kami mengadakan pertemuan dengan pihak PT GRM namun belum ada kesepakatan.

Sementara Presiden Direktur PT China Communication Construction (CCC) Li Guo Hui melalui juru bicaranya ketika di konfirmasi mengatakan,pihaknya sampai saat ini masih melakukan negosiasi serta mendata kelompok nelayan yang ada.

“Kami belum bisa menjawab berapa kompensasi yang harus kami berikan kepada nelayan,karena sampai saat ini kami masih mengumpulkan data-data,”terangnya.

Senada disampaikan oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan,PT China Communication Construction (CCC) sebagai investor utama Meral Integrated Maritime Industry,yang nantinya akan mempekerjakan sekitar 10 ribu orang saat beroperasi nanti.

“Kalau ada persoalan dengan nelayan akan kita selesaikan,mengenai persoalan lahan yang tumpang tindih akan kita selesaikan dengan baik.

Rafiq berharap kepada lapisan masyarakat apabila ada persoalan yang belum selesai akan pihaknya selesaikan melalui wakil perusahaan dengan baik.

“Pemerintah akan jamin perusahaan ini dan masyarakat harus mendukungnya namun kalau tidak, perusahaan ini akan lari,karena kita membutuhkanya,”harap Rafiq.***

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Beras Oplosan, Satgas Pangan Diminta Periksa Gudang milik AC di Baran
Polres Karimun Gelar Upacara Tabur Bunga Di Laut Dalam Rangka HUT Bhayangkara Ke-80
Grand Final Turnamen E-Sports Mobile Legends Kapolres Karimun Cup 2026
PT PLN Karimun Akui Pemasangan Kabel Internet Milik PT SOLNET Ilegal
Polres Karimun Gelar Apel Sabuk Kamtibmas
Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursid SH Kembali Tinjau Tanaman Jagung Pipil di Desa Kayu Aro
Karimun Berpeluang Menjadi Pusat Pertumbuhan Baru
Kapolsek Kampar Kiri Pimpin Panen Raya Jagung Pipil di Desa Gunung Mulya

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:45 WIB

Diduga Beras Oplosan, Satgas Pangan Diminta Periksa Gudang milik AC di Baran

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:55 WIB

Polres Karimun Gelar Upacara Tabur Bunga Di Laut Dalam Rangka HUT Bhayangkara Ke-80

Selasa, 23 Juni 2026 - 05:24 WIB

Grand Final Turnamen E-Sports Mobile Legends Kapolres Karimun Cup 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 15:51 WIB

PT PLN Karimun Akui Pemasangan Kabel Internet Milik PT SOLNET Ilegal

Senin, 22 Juni 2026 - 12:06 WIB

Polres Karimun Gelar Apel Sabuk Kamtibmas

Berita Terbaru