class="post-template-default single single-post postid-5234 single-format-standard wp-custom-logo elementor-default elementor-kit-37444">

banner 200x200

Home / Featured / Meranti / Riau

Kamis, 16 Februari 2017 - 20:10 WIB

Rakornis Bidang Industri se Provinsi Riau Diharapkan Dapat Mengangkat Potensi Industri Yang Ada di Meranti

LIPUTANKEPRI.COM,SELATPANJANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau bekerjasama dengan Disperindag Kabupaten Kepulauan Meranti, menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Industri se-Provinsi Riau Tahun 2017, bertempat di Grand Meranti Hotel Selatpanjang, Kamis (16/2/2017).

Rakornis yang mengambil tema “Tingkatkan Daya Saing Industri dan Potensi Keunggulan Daerah Dalam Rangka Mendukung Pariwisata Riau Menyapa Dunia” ini dibuka langsung oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman.

Selain dihadiri perwakilan bidang perindustrian 12 Kabupaten/ kota se Provinsi Riau, Rakornis ini juga dihadiri Asisten II Setdaprov Riau Masperi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau Muhammad Firdaus, Kepala BPBD Riau Edward Sanger, Kepala BMKG Riau Sugarin, dan Kepala BKSDA Riau, dan lainnya.

Kadisperindag Provinsi Riau, Muhammad Firdaus mengatakan, Rakornis ini dilakukan bergiliran di setiap kabupaten/ kota dalam rangka mengenal potensi daerah dan menyamakan persepsi dan mengsingkronkan program kegiatan pembangunan industri dan perdagangan untuk tahun 2017 antara dinas perindustrian dan perdagangan Provinsi Riau dengan kabupaten/kota se-Provinsi Riau yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi serta kebutuan daerah masing-masing sesuai dengan rencana strategis yang telah ditetapkan.

“Mengingat sektor industri dan perdagangan merupakan salah satu sektor pendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya pembangunan ekonomi, maka secara bersama-sama perlu menyusun program-program prioritas pembangunan tahun 2017 yang bersinergi antara provinsi dengan kabupaten/kota melalui rapat koordinasi teknis yang diselenggarakan hari ini,” kata Firdaus.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim mengatakan, Rakornis yang dilaksanakan sangat penting, mengingat potensi di Kepulauan Meranti sangat banyak dan perlu dikembangkan.

“Di Meranti sendiri sangat banyak potensi industri belum terkembangkan dengan baik. Maka dari itu, dengan Rakornis yang dilakukan diharapkan bisa mengangkat potensi itu. Salah satu industri yang saat ini menjanjikan adalah sagu. Dimana sagu bisa dikembangkan menjadi bermacam produk yang menopang kehidupan dan membantu perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Wabup juga mengatakan, untuk saat ini potensi sagu yang sangat banyak juga belum bisa mengangkat ke tingkat yang lebih baik, dikarenakan potensi sagu yang ada belum terkelola dengan baik.

“Saat ini bisa dikatakan kita menjadi buruh di tanah sendiri, mengapa demikian, karena potensi sagu yang sangat banyak belum bisa dikembangkan dengan baik, kita hanya bisa menjadi produksi, sementara sagu yang dikirim ke Pulau Jawa diolah bermacam produk di sana,” jelas dia.

Sementara Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman dalam sambutannya mengatakan, dirinya meminta kepada dinas terkait untuk mengeroyok dunia pariwisata untuk mendukung misi Provinsi Riau dalam meningkatkan porsi APBD.

“Saya minta kepada dinas di kabupaten/ kota untuk mengeroyok pariwisata sebagai salah satu sektor pendukung dalam meningkatkan porsi APBD. Saya telah mencanangkan pariwisata berbasis budaya, untuk mendukung itu kita telah menggelontorkan Rp846 miliar. Harus diketahui turunan pariwisata itu banyak dan ini sangat potensial untuk dikembangkan. Di Meranti sendiri sangat banyak potensi wisata yang mendunia seperti Festival Cian Cui dan Pesta Sungai Bokor dan itu perlu kita kembangkan,” kata Gubri.

Gubri juga mengatakan bahwa, Provinsi Riau tidak lagi harus bergantung kepada potensi Migas yang selama ini menjadi andalan, namun harus dicari sektor baru yang lebih menjanjikan.

“Pertumbuhan ekonomi Riau terus merangkak dan tidak naik, kita harus membuka sektor lain yang mendukung postur APBD. Selama ini Riau terlalu terlena dengan sektor Migas. Masalah perkebunan dan Migas jangan terlalu sibuk kita pikirkan, saatnya kita beralih ke sektor pariwisata, kedepannya kita menargetkan kunjungan wisatawan ke Riau sebanyak 20 ribu wisatawan dengan visa sebesar 20 ribu US dollar,” ungkap Gubri.(An/nur)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

UAS Bersama Bupati Meranti Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pesantren Darul Fikri

Berita

Sekda Meranti buka Rakor dan sosialisasi BNPT

Riau

Meriahkan Hari Juang Kartika,Personil Polresta Pekanbaru Ikut Donor Darah

Featured

Akibat Curi Ikan di Perairan Indonesia,Empat WN Vietnam di Denda Rp300 Juta

Meranti

Buka Puasa Bersama, Kapolres dan Ketua Bhayangkari Cabang Meranti Santuni Anak Yatim

Batam

Danlanal Batam Saksikan Pelepasan KRI Bima Suci

Meranti

Dedi Yuhara Lubis Siap Maju Rebut Kursi DPRD Meranti 2019 Mendatang

Meranti

Tingkatkan Sinergitas dan Silahturahmi, Dandrem 031/WB Ramah-Tamah Bersama Bupati Irwan dan Tokoh Masyarakat Meranti