class="wp-singular post-template-default single single-post postid-3073 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Ekonomi / Featured

Minggu, 27 November 2016 - 16:48 WIB

Sri Mulyani: Gaji Naik 1.000 Kali Takkan Cukup Kalau Tamak

Liputankepri.com –Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kasus korupsi yang menjerat pegawai Direktorat Jenderal Pajak tidak berhubungan dengan gaji serta tunjangan kinerja mereka.

“Dinaikkan 1.000 kali pun tidak akan cukup kalau itu orang yang tamak,” kata Sri Mulyani di Hotel Aston, Sentul, Bogor, Sabtu, 26 November 2016.

Kepala Sub Direktorat Bukti Permulaan Penegakan Hukum Direktorat Jenderal Pajak Handang Soekarno tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi setelah menerima uang US$ 148.500 atau setara dengan Rp 1,9 miliar dari Direktur PT Eka Prima Ekspor Indonesia Rajesh Rajamohan Nair.

Uang suap yang diberikan kepada Handang diyakini merupakan pemberian pertama. Nair diduga menyuap Handang untuk mengurus surat tagihan pajak sebesar Rp 78 miliar yang diterima PT Eka Prima. Handang seharusnya menerima imbalan sebesar Rp 7,8 miliar. Tapi, mereka sepakat dengan angka sebesar Rp 6 miliar.

“Saya tidak akan pernah bisa menaikkan gaji eselon III menjadi Rp 1 miliar sekalipun,” kata Sri Mulyani. Saat ini, tunjangan kinerja untuk pejabat struktural eselon III Ditjen Pajak bervariasi. Tunjangan kinerja untuk peringkat jabatan 19 mencapai Rp 46.478.000, untuk peringkat jabatan 18 Rp 42.058.000, dan untuk peringkat jabatan 17 Rp 37.219.800.

Sri Mulyani menambahkan, “Saya katakan ke jajaran Kemenkeu, kalau mau kaya, tempat Anda bukan di Kemenkeu. Anda jadi pebisnis saja di luar. Di Kemenkeu, kami menjamin bahwa gaji dan tunjangan cukup untuk kelas menengah. Reward diberikan untuk integritas dan profesionalisme. Kami tidak bisa memberi reward untuk kejahatan dan ketamakan,” katanya.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, dengan adanya tuntutan untuk meningkatkan penerimaan pajak, reward bagi pegawai Ditjen Pajak memang diperlukan. “Kami memang harus seimbang dalam memberikan reward. Tapi, dalam batas-batas,” ujar Askolani.

ANGELINA ANJAR SAWITRI

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Menabung atau Investasi, Manakah yang Terbaik?

Featured

Kemampuan Bicara Bahasa Inggris Masyarakat Indonesia Kurang

Batam

Satresnarkoba Polresta Barelang Amankan Sabu 26,7 Kg Dalam Lukisan Bunda Maria Asal Tiongkok

Featured

Ruko Bali Jaya Buang Limbah ke Sumur Warga,Izin IMB Di Pertanyakan

Batam

Brimob Polda Kepri Amankan Pengedar Sabu di Kalangan Pelajar

Featured

Polisi Buru Pemasok Sabu-sabu

Featured

34 Ranmor Terjaring Dalam Razia Cipkon Satlantas Polres Karimun

Featured

Truy cập Fun88 ทางเข้า để tham gia cá cược mọi lúc mọi nơi không giới hạn – Khám Phá Thế Giới Cá Cược Đỉnh Cao
error: Content is protected !!