Liputankepri.com, JAKARTA — Sebagian besar wilayah Selatan Jawa diguncang gempa bumi tektonik dengan kekuatan 5,0 SR, Senin (24/4) dini hari. Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8,10 Lintang Selatan dan 117,86 Bujur Timur, tepatnya di Samudera Hindia, pada jarak sekitar 58 kilometer arah Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kedalaman pusat gempa tercatat pada kedalaman hiposenter 63 kilometer (update).
Berdasarkan hasil analisis peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG di situs resmi BMKG, dampak gempa bumi ini menimbulkan guncangan pada II Skala Intensitas gempa bumi BMKG (SIG-BMKG) atau II-III skala intensitas Modified Mercally Intensity (MMI) di wilayah Tasikmalaya, Sumedang. Kemudian dirasakan I SIG-BMKG (II MMI) di wilayah Banjar, Pangandaran, Kabupaten Bandung dan Garut.
Gempa bumi ini tercatat dengan baik oleh peralatan BMKG dan di berbagai daerah tersebut. Beberapa orang dilaporkan merasakan adanya guncangan gempabumi.
Penyebab gempa bumi ditenggarai dari aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia dengan laju 61 mm/tahun dan menyebabkan deformasi/patahan batuan di zona Benioff pada kedalaman 63 km. Gempa ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi berkedalaman menengah yang tidak membahayakan.
Meskipun gempa bumi ini memiliki mekanisme sumber dengan pergerakan naik (thrust) dan berpusat di laut, tetapi hasil pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami.
Dari hasil monitoring BMKG selama satu jam pascagempa, belum terjadi gempa bumi susulan. BMKG mengimbau agar masyarakat pesisir Selatan Pulau Jawa diimbau agar tetap tenang mengingat gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.










