Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196

Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196
30 Hari Tidak Ada Jawaban Dari Gubernur,Penyidik Jemput Paksa Oknum Anggota Dewan Natuna Kasus Dugaan Pencabulan | Berita Terkini class="wp-singular post-template-default single single-post postid-474 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Batam / Featured

Senin, 13 Juni 2016 - 13:04 WIB

30 Hari Tidak Ada Jawaban Dari Gubernur,Penyidik Jemput Paksa Oknum Anggota Dewan Natuna Kasus Dugaan Pencabulan

“Kita maunya Gubernur cepat merespon lah. Karena kasus-kasus kekerasan terhadap sudah luar biasa. Kalau memang prosedurnya seperti ini, Gubernur segera menyetujui,” kata Ery

 

Liputankepri.com,Batam – Dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD Natuna AH masih terus diproses sesuai hukum yang berlaku.

Sesuai undang-undang yang berlaku, proses penanganan anggota dewan terseut, setelah surat izin keluar dari Gubernur Kepri.

Jika dalam waktu 30 hari tidak ada jawaban dari Gubernur, penyidik dapat menjemput terduga pelaku.

Sementara proses penanganan kasus ini, Polda telah melayangkan surat izin ‎sejak (13/5) lalu kepada Gubernur Kepri.

Hingga kini ia mengaku belum ada respon dari Gubernur Kepri. Sehingga pihaknya masih menunggu jawaban.

“Belum ada respon dari gubernur. Sudah kita kirimkan kok tinggal nunggu jawaban Gubernur,” kata Kasubdit perlindungan perempuan dan anak (PPA), AKBP Ponco Indriyono kepada Tribun Batam diruang kerjanya, Senin (13/6/2016).

Ponco mengatakan pihaknya tetap melakukan tindakan hukum agar kasus tersebut jelas kebenaranya.

Sementara itu, Komisioner perlindungan anak daerah (KPAD) provinsi kepri Ery Syahrial mengatakan bahwa pihaknya tetap melakukan pengawalan terhadap kasus ini.

Sejauh ini koordinasi dengan kepolisian terus dilakukan agar kasus tetap berjalan.

“Kita maunya Gubernur cepat merespon lah. Karena kasus-kasus kekerasan terhadap sudah luar biasa. Kalau memang prosedurnya seperti ini, Gubernur segera menyetujui,” kata Ery.(lk)

Share :

Baca Juga

Batam

Parkir Liar di Kawasan Jembatan Barelang Bikin Resah

Batam

BP Batam Gelar Sayembara Desain Masjid Nongsa dan Musholla Taman Kolam

Featured

Pemkab dan DPRD Teken MoU KUA-PPAS APBD Kepulauan Meranti Tahun 2022

Featured

Wagub Kepri Hadiri Acara HUT SMPN 01 Kundur yang Ke 59 Tahun

Featured

Kasus Korupsi Pelabuhan Internasional Dompak Tunggu Pelimpahan Tahap Dua

Batam

Stasiun Karantina Batam Musnahkan 44 Ekor Ikan Berbahaya dan Invasif

Batam

Peredaran Rokok Merek Manchester Tanpa Cukai di Batam Terkesan Dibiarkan

Featured

Pasca Tenggelamnya Tiga ABK Kapal Tanpa Nama Belum di Temukan
error: Content is protected !!