Kundur – Pasar tradisional Mutiara Tanjungbatu Kundur kabupaten Karimun tahun anggaran 2018-2019 sebesar Rp 15.070.242.000 akhirnya diresmikan Bupati Karimun Aunur Rafiq,Minggu (2/2/2020).
Kepala Dinas PUPR Muhammad Zulfan dalam sambutannya mengatakan, ” Pasar rakyat merupakan suatu area tertentu, tempat bertemunya pembeli dan penjual.
Momentum kebangkitan pasar rakyat sudah dimulai oleh pemerintah saat ini dengan kebijakan utama dari Presiden Jokowi yaitu melakukan revitalisasi 5000 pasar rakyat diseluruh Indonesia hingga akhir tahun 2019″.
Selanjutnya kata Zulfan, hasil dari revitalisasi pembangunan pasar Rakyat Terpadu Kecamatan Kundur dengan luas total bangunan pasar 1738 M2, akhirnya terbangunlah kios-kios yang jumlahnya sebanyak 86 unit dan jumlah Lapak sebanyak 78 unit dengan dilengkapi beberapa fasilitas seperti 1 unit mushollah, 1 unit kantor pengelola, 2 unit toilet pria dan wanita, 3 unit ATM center, 1 unit bio ipal, 1 unit rumah pompa, 1 unit ground tank, 1 unit roof tank, 1 unit tower air, 1 unit rumah genset dan 1 unit tempat pembuangan sampah.
Disampaikan kadis PUPR lagi, maksud dan tujuan revitalisasi pembangunan pasar terpadu ini untuk meningkatkan perekonomian rakyat, menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar, memudahkan akses transaksi jual beli dengan nyaman dan memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau.
Dikatakan Zulfan lagi, sumber dana untuk pembangunan pasar rakyat terpadu ini dari APBD Kabupaten Karimun tahun anggaran 2018-2019 sebesar Rp 15.070.242.000 dengan jangka waktu pelaksanaan 660 hari kalender yaitu dari tanggal 12 maret 2018 sampai dengan 31 Desember 2019.
“Dengan dibangunnya pasar rakyat terpadu ini hasil yang diharapkan, terpenuhinya sarana dan prasarana penunjang kebutuhan pedagang dan masyarakat, tersedianya kebutuhan pokok masyarakat yang terjangkau, terciptanya lapangan kerja baru dan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat sekitarnya” ungkap Zulfan mengakhiri.*
(Finass)










