Oleh : Ummi Fadilah Harahap, S.Pd
Guru Matematika, SMP Negeri 2 Meral Barat.
Sudah menjadi pandangan umum bermedia sosial merupakan gaya hidup semua orang, mulai dai anak-anak, remaja,dewasa bahkan orang yang sudah tua. Ditambah lagi dengan pemberlakuan Pembelajaran Daring di dunia Pendidikan yang membuat pembelajaran tatap muka terhenti sejak Maret 2020.
Penggunaan gawai dan media sosial kini semakin tidak bisa lepas dari aktivitas belajar mengajar sehari-hari dikalangan guru dan siswa.
Berikutnya, apakah suasana yang serba online dan serba media sosial dalam belajar membuat siswa senang?
Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa orang siswa SMPN 2 Meral Barat menjawab tidak senang. Mereka bosan, jenuh, bahkan rindu akan suasana tatap muka dengan guru dan teman-temannya.
Bagaimana tidak bosan, mulai pagi sampai sore bahkan malam mereka harus memantau terus gawai mereka, menanti tugas-tugas dari guru. Belum lagi mata pelajaran yang berbeda-beda membuat bingung karena banyaknya grup di chat gawai yang mereka pakai. Jika tidak mereka akan ketinggalan informasi bahkan mempengaruhi pada nilai dan kehadiran.
Sebagai seorang guru matematika, untuk mengatasi hal ini tidaklah mudah. Apalagi pelajaran matematika yang terkenal rumit dan harus dijelaskan oleh guru, baru bisa dipahami siswa. Lantas apa yang dapat dilakukan guru untuk mengatasi hal ini? Tentunya guru harus bisa membuat proses pembelajaran semenarik mungkin. Penerapan ICT yang merupakan singkatan dari Information and communication Technology mungkin bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut.
Menurut UNESCO pada tahun 2013 lalu, ada beberapa manfaat atau kegunaan ICT di bidang pendidikan yang sangat penting antara lain:
1. Bisa meningkatkan kesetaraan pendidikan
2. Memudahkan dan memberikan akses luas terhadap pendidikan.
3. Bisa meningkatkan efektifitas dan efisiensi manajemen, pengelolaan dan administrasi lembaga pendidikan.
4. Bisa meningkatkan profesionalisme pengajar di bidang pendidikan.
5. Meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran antara guru dan murid.
Peran ICT dalam pendidikan sangat mendukung visualisasi ide abstrak, bisa memudahkan sistem pembelajaran atau pemahaman terhadap materi yang diajarkan guru, dan memungkinkan interaksi positif antara guru dan murid di dalam kelas.
Setidaknya penyampaian materi tertentu bisa lebih menarik. ICT menjadi sumber kurikulum dan konten yang memiliki kapasitas tidak terbatas untuk akses ilmu pengetahuan lebih baik lagi.
Dari konsep ICT tersebut, munculnya laboratorium online menjadi terobosan baru di tengah system pembelajaran yang serba online. Laboratorium online atau yang lebih di kenal dengan nama OLabs sangat mudah di akses dimanapun dan kapanpun.
OLabs sangat cocok untuk generasi milenial saat ini. Pengembangan OLabs mencakup studi dan penggunaan tehnik Matematika. OLabs menggunakan teknologi simulasi mutakhir untuk menciptakan lingkungan laboratorium dunia nyata.
Skenario pada laboratorium di lakukan melalui demonstrasi langsung percobaan sehingga dapat mengasimilasi informasi tentang prosedur dan peralatan laboratorium.Simulasi OLabs dibuat sangat interaktif sehingga dapat mensimulasikan laboratorium yang sebenarnya.
Fitur-fitur OLabs meliputi Laboratorium Fisika, Kimia, Biologi dan Matematika. Ada juga simulasi interaktif, animasi, video lab, konsep dan pemahaman percobaan.
OLabs sangat membantu guru khususnya mata pelajaran Matematika dalam melakukan praktik pembelajaran seperti menemukan jaring-jaring bangun ruang dengan cara membedah bangun ruang dalam bentuk online.
Apalagi di masa pandemik seperti sekarang ini, siswa tidak perlu datang ke laboratorium sekolah untuk melakukan praktik. Cukup dengan mengakses Olabs pada gawai yang mereka miliki. Praktek Matematika akan jauh lebih mudah dilakukan dan tanpa mengeluarkan biaya yang banyak untuk menyediakan bahan-bahan praktek.
Dengan demikian siswa akan lebih bersemangat dalam belajar matematika. Siswa juga dapat membuka berulang-ulang Olabs untuk mempelajari materi yang belum dipahami. Proses penggunaan juga sangat mudah cukup dengan mengakses google dan masuk ke dalam web http://www.olabs.edu.in/.
Disana juga terdapat icon-icon yang unik dan membuat siswa antusias dalam belajar.
OLabs ini bisa dimanfaatkan untuk mengatasi pembelajaran Daring yang terjadi di Indonesia lebih tepatnya kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.***










