banner 200x200

Home / Batam / Featured

Rabu, 27 Juli 2016 - 14:36 WIB

PNS Pemko Batam Bantah Edarkan Sabu

“Saya tak pernah mengedarkan sabu, semua itu bohong,” kata Junaidi yang didampingi pensehat hukum (PH) Risman Siregar.

 

Liputankepri.com,Batam – Junaidi bin Kosan, seorang pegawai negeri sipil (PNS) pada Pemerintah Kota (Pemko) Batam membantah tuduhan dirinya seorang kurir sabu. Bantahan itu disampaikan saat polisi yang menangkapnya menjadi saksi di sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (27/7/2016).

“Saya tak pernah mengedarkan sabu, semua itu bohong,” kata Junaidi yang didampingi pensehat hukum (PH) Risman Siregar.

Namun saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tetap menyampaikan bahwa Junaidi merupakan kurir untuk mengantarkan sabu-sabu ke pemesan. “Benar, yang Mulia. Zulkarnain yang sering beli barang dan Junaidilah yang mengedarkan,” ucap saksi penangkap.

Baca Juga :  Kepengurusan IWO Provinsi Kepri dan Kota Batam Resmi Dikukuhkan

Sidang dipimpin hakim Tiwik, didampingi Endi dan Egi Novita. Sementara yang bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zulna Yosepha.

Junaidi bersama Zulkarnain bin Ali Munar, rekannya, dalam sidang itu mendengarkan semua keterangan saksi penangkap. Keduanya disidangkan karena tertangkap memiliki 27 paket sabu. Setelah dilakukan penimbangan, berat keseluruhan barang bukti mencapai 8,22 gram.

Paket sabu itu diperoleh dari seseorang bernama BOS (DPO) seharga Rp 3,3 juta. Satu paket sabu disimpan di dalam dompet Junaidi.

Dua saksi yang dihadirkan menyampaikan kedua terdakwa bekerja sama dalam peredaran sabu. “Setelah Zulkarnain memperoleh sabu, Junaidi (PNS, red) disuruh mengantarkan kepada Andi (DPO). Junaidi kemudian mendapatkan upah satu paket dari Zulkarnain. Satu paket (upah) itulah kami temukan dalam dompet Junaidi,” kata saksi penangkap.

Baca Juga :  The Importance of Using a Title Builder on Your eBay Listings

Dalam sidang itu JPU Zulna Yosepha menjerat kedua terdakwa dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. Atau Kedua, dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.**

Share :

Baca Juga

Batam

Musrenbang Provinsi Kepri 2020, Bupati Minta Usulan Natuna Diperhatikan

Featured

Wanita muda asal Riau ditangkap BNNK Tanjung Jabung Timur

Featured

Diduga,Air Minum Dalam Kemasan Merek Atarin Mengandung Bakteri Berbahaya

Featured

Umar Tokoh Agama Buru : Mengenai Hasil Pemilu Kita Serahkan Kepada Ahlinya

Featured

Klik Download,Aplikasi Android Berita Liputan Kepri

Featured

Petugas Patroli DJBC Kepri Amankan Speedboat Pengangkut TKI Ilegal

Bintan

BC Tanjungpinang Sebut 5 Kontainer Itu Barang Lokal

Batam

TNI AL Luncurkan KRI Bontang
%d blogger menyukai ini: