class="wp-singular post-template-default single single-post postid-43269 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Karimun

Jumat, 11 Februari 2022 - 15:17 WIB

Program PUMK PT Timah Tbk, Supriyanto Kembangkan Usaha Kerupuk Udang

Supriyanto (53) nelayan Gumbang warga Sawang Laut berhasil mengembangkan usaha kerupuk udang berkat program PUMKM PT Timah Tbk.

Supriyanto (53) nelayan Gumbang warga Sawang Laut berhasil mengembangkan usaha kerupuk udang berkat program PUMKM PT Timah Tbk.

SAWANG LAUT — Supriyanto (53) nelayan Gumbang warga Sawang Laut berhasil mengembangkan usaha kerupuk udang berkat program PUMKM PT Timah Tbk

Awalnya Supriyanto telah 19 tahun mengarungi lautan menjadi nelayan dengan menggunakan alat tangkap gumbang. Penghasilannya sebagai nelayan gumbang dengan peralatan sederhana hanya pas-pasan.

Dalam satu hari dirinya hanya mendapatkan sekitar empat kilogram karena peralatan jaring gumbang yang dimilikinya sudah usang dan lapuk.

Pria berusia 53 tahun ini semula sempat bingung untuk mengembangkan usahanya lantaran terkendala modal. Namun dirinya mengetahui tentang program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) dari PT Timah Tbk sehingga Ia memanfaatkan program ini.

Dengan mengikuti program ini dirinya ingin mengganti gumbang dan mengembangkan usaha lainnya. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

“Syukur Alhamdulillah saat ini setelah mendapat pinjaman modal dari Program PUK hasil tangkapan gumbang meningkat, dalam satu hari rata rata bisa sepuluh kilo kadang bisa lebih tergantung cuaca. Kalau sebelumnya hanya empat kilo,” ujarnya.

Baca Juga :  PT Timah Salurkan Bantuan Percepatan Pembangunan Surau Miftahul Khoir

Menurutnya, sebelumnya Ia cukup kesulitan menambah modal untuk menambah jaring gumbang baru beserta kelengkapan. Belum lagi biaya pemasangan jaring gumbang tidaklah sedikit.

Ia menceritakan, setelah mendapatkan pinjaman modal dari PT Timah Tbk dirinya sudah bisa mengembangkan usaha lainnya yakni pembuatan kerupuk.

“Alhamdulillah sedikit demi sedikit pemasukan untuk keluarga juga bertambah,” katanya.

Diakuinya, pandemi Covid-19 berdampak pada usaha yang dijalaninya lantaran menurunnya daya beli masyarakat. Sehingga dirinya berpikir untuk membuat kerupuk udang.

Ia menyebutkan, udang dan ikan kecil yang didapatkan tidak dijual, melainkan dimanfaatkan untuk menjadi bahan baku pembuatan kerupuk.

Baca Juga :  PT Timah Salurkan Bantuan Percepatan Pembangunan Surau Miftahul Khoir

“Setelah ada kebijakan dari pemerintah untuk kelonggaran kegiatan masyarakat memberikan dampak positif. Daya beli masyarakat menunjukan peningkatan sehingga ikan dan udang hasil dari gumbang cukup banyak peminatnya kadang sampai tidak cukup. Dalam satu hari dirinya bisa tiga sampai empat kali mengambil hasil gumbang,” ujarnya.

Menurut Supriyanto, Program PUMK PT Timah Tbk sangat membantu masyarakat, apalagi pelaku usaha seperti mereka yang memiliki keterbatasan modal. Sistem yang mudah dan cepat membuat program ini sangat membantu dirinya.

“Harapan saya kedepan untuk program PUMK PT Timah akan tetap berlanjut, sehingga nelayan- nelayan kecil yang lain dan ingin mengembangkan usahanya masih bisa memanfaatkan program ini,” tandasnya.**

 

Share :

Baca Juga

Featured

Enam Terpidana Mati di Karimun Menunggu Eksekusi

Berita

Rusak Dua Sekolah di Karimun, 5 Remaja Ini Ditangkap Polisi

Berita

Kejar-kejaran dengan Ferry Cepat, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sejuta Batang Rokok Ilegal

Featured

Polisi Buru Otak Pelaku Pencurian Minyak CPO Ilegal MT Tabonganen 19 GT 757

Featured

Mobil Plat Merah Ini Terbalik Tabrak Pembatas Jalan Diduga Hilang Kendali

Karimun

Ratusan Warga Tionghoa Pertanyakan Kasus Billy CS

Karimun

Berkedok Pengusaha, Seorang Pemuda Menipu Hingga Miliyaran Rupiah

Featured

BREAKING NEWS Update : Ponton Pelabuhan Tanjung Batu Kundur Nyaris Menelan Korban Jiwa… 
error: Content is protected !!