Dua nelayan Dikabarkan Hilang Di Perairan Pulau Rangsang

- Jurnalis

Jumat, 21 Juni 2024 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SELATPANJANG – Dua orang nelayan hilang saat menjaring ikan di perairan Tanjung Kedabu, Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Dua nelayan yang hilang di perairan Pulau Rangsang tersebut diketahui bernama Bacok (42) warga Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti, dan Wandi (37) warga Kabupaten Bengkalis yang merupakan iparnya. Keduanya pergi menjaring ikan pada Kamis (20/6/2024) malam kemarin.

Kemudian pada Jumat (21/6/2024) pagi, nelayan lain menemukan kapal motor milik korban di tengah laut berisi ikan, tetapi tidak ada ditemukan orang atau pemiliknya.

Informasi itu pun diteruskan ke masyarakat dan aparat setempat sehingga dilakukan pencarian, namun hingga kini belum ada tanda-tanda keberadaan kedua korban.

Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Herrie, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan kehilangan nelayan tersebut.

“Dimana jarak dari Unit Siaga SAR Meranti ke lokasi kejadian sekitar 30,31 Nautical Miles (Nm),” ungkap Prima Herrie saat dihubungi wartawan, Jumat (21/6/2024).

Dijelaskan Prima Herrie, tim SAR gabungan yang terdiri dari 4 personil Rescuer Unit Siaga SAR Meranti, TNI Angkatan Laut, Polairud, BPBD, dan nelayan setempat, saat ini sedang melakukan upaya pencarian.

Prima mengatakan informasi terkait kejadian ini diperoleh dari Kepala Desa Tanah Merah, yang melaporkan kecelakaan dua nelayan di perairan Tanjung Kedabu pada titik koordinat 1°15’17” U – 102°51’40” E.

“Saat ini masih dilakukan upaya pencarian dan sampai saat ini belum ditemukan tanda-tanda korban, namun pencarian masih terus dilakukan,” pungkasnya**

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penambangan Sedimentasi Laut di Karimun: Ancaman Baru bagi Nelayan
Bupati Asmar Temui Bappenas RI, Perjuangkan Dukungan APBN 2027 untuk Infrastruktur dan Pembangunan Kepulauan Meranti
Resmi Masuk KBLI 2025, Influencer dan YouTuber yang Belum Punya NIB Siap-Siap Kena Sanksi OSS
Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursid SH Kembali Tinjau Tanaman Jagung Pipil di Desa Kayu Aro
Karimun Berpeluang Menjadi Pusat Pertumbuhan Baru
Kapolsek Kampar Kiri Pimpin Panen Raya Jagung Pipil di Desa Gunung Mulya
Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
Wamenaker: Industri Kini Tak Lagi Hanya Bertanya Ijazah, tapi juga Kompetensi

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:15 WIB

Penambangan Sedimentasi Laut di Karimun: Ancaman Baru bagi Nelayan

Senin, 22 Juni 2026 - 19:42 WIB

Bupati Asmar Temui Bappenas RI, Perjuangkan Dukungan APBN 2027 untuk Infrastruktur dan Pembangunan Kepulauan Meranti

Jumat, 19 Juni 2026 - 00:26 WIB

Resmi Masuk KBLI 2025, Influencer dan YouTuber yang Belum Punya NIB Siap-Siap Kena Sanksi OSS

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:23 WIB

Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursid SH Kembali Tinjau Tanaman Jagung Pipil di Desa Kayu Aro

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:18 WIB

Karimun Berpeluang Menjadi Pusat Pertumbuhan Baru

Berita Terbaru