class="post-template-default single single-post postid-1317 single-format-standard wp-custom-logo elementor-default elementor-kit-37444">

banner 200x200

Home / Anambas / Featured

Kamis, 1 September 2016 - 12:59 WIB

Pengerukan Tanah di Air Lengit Legalitasnya Masih di Pertanyakan

“Saya kurang begitu paham soal ada tidaknya izin untuk melakukan pengerukan tanah sertu itu. Namun yang pastinya dari desa tidak pernah mengeluarkan izin,” ungkapnya.

 

Liputankepri.com,Natuna – Aktifitas pengerukan tanah di Desa Air Lengit, Kecamatan Bunguran Tengah, oleh salah satu perusahaan pembangunan jalan di Natuna membuat lingkungan di desa tersebut rusak.

Tidak hanya itu, aktifitas pengerukan tanah juga tidak diketahui oleh pemerintah desa setempat. Tanpa melapor, perusahaan tersebut langsung mengeruk tanah.

“Setahu saya mereka tidak ada melapor ke pihak desa terkait aktifitas pengerukan tanah sertu itu,” kata Kepala Desa Air Lengit, Sariyah,seperti yang dilansir batampos.co.id Minggu (28/8).

Diakuinya bahwa aktifitas pengerukan itu dilakukan secara sepihak oleh perusahaan. Tanah yang dikeruk tersebut adalah tanah warga yang dibeli oleh salah satu karyawan perusahaan.

Lokasi pengerukan berdekatan dengan areal bendungan Desa Tapau. Dengan adanya pengerukan itu lingkungan jadi rusak.”Kami cemas, dampaknya ke lingkungan nanti, kalau pengerukan tanah terus melebar,” katanya.

Sementara kata Sariyah, pihaknya juga enggan untuk memberhentikan aktifitas pengerukan tersebut, khawatir kontraktor sudah memiliki izin galian C baik kepada Pemkab Natuna maupun Provinsi Kepri.

“Saya kurang begitu paham soal ada tidaknya izin untuk melakukan pengerukan tanah sertu itu. Namun yang pastinya dari desa tidak pernah mengeluarkan izin,” ungkapnya.

Dikatakan Sariyah, aktifitas pengerukan sudah dilakukan sejak awal bulan Agustus lalu. Bahkan di persimpangan jalan menuju lokasi pengerukan juga tidak ada dipasang papan pemberitahuan dan sangat membahayakan pengguna jalan khususnya masyarakat yang melintas di jalan utama menuju Desa Batubi dan Kelarik.

“Itu juga bahaya, tidak ada dipasang rambu atau pemberitahuan kalau ada keluar masuk kendaraan proyek. Apa lagi posisi berada di tingkungan. Kalau bisa aparat kepolisian lalulintas memberi teguran supaya jalan aspalnya tidak kotor,” tutupnya.**

Share :

Baca Juga

Featured

Dokumen Kontrak Hilang, Pelebaran Jalan Ruas Datak – Semang -Ndiuk TA Anggaran Tahun 2016 Rusak Parah

Ekonomi

Produk Impor Tanpa Label SNI Bebas di Jual di Swalayan Sumber Rezeki

Featured

Satlantas Karimun Tilang 20 Pelanggar Saat Operasi Zebra Seligi

Batam

Tujuh WNA Asal India di Deportasi dari Batam

Featured

Aunur Rafiq: Masih banyak kekurangan yang harus saya perbaiki

Featured

Akhirnya,13 Terdakwa Warga Wonosari Akan Menghirup Udara Bebas

Featured

Inilah Sasaran Kegiatan TMMD Ke-101 Kodim 0317/Tbk

Featured

Sean Gelael Lebih Optimistis Di Sirkuit Monte Carlo