Mayat Nahkoda Speedboat Belum Ditemukan

- Jurnalis

Rabu, 4 Desember 2019 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,Karimun – Hilangnya seorang nakhoda speed boat yang diketahui bernama Aco hingga Selasa 3 Desember 2019 sore belum ditemukan.

Petugas Bea Cukai Kanwil Kepri masih mencari keberadaan warga tersebut.Pasca tabrakan kapal patroli speedboat DJBC Kepri dengan speedboat milik salah satu pengusaha Batam.

“Bea Cukai Kanwil Kepri mengerahkan satu kapal patroli besar dan satu speedboat untuk mencari korban,” ujar Humas DJBC Kanwil Khusus Kepri Refly F Silalahi, Selasa, (3/12/2019).

Refly mengatakan, operasi pencarian dilakukan di sekitar perairan Nongsa dan Karang Batang, Batam. Hinga sore ini, nakhoda speedboat tersebut belum ditemukan.

“Kami akan menambah masa pencarian hingga tiga hari ke depan,” ujarnya.

Pihak juga akan berkoordinasi dengan Kantor SAR Batam atau SAR Tanjungpinang untuk lakukan pencarian. “Pimpinan sudah berkomunikasi dengan tim SAR,” kata Refly.

Baca Juga :  Saksi mengaku pernah dimintai uang oleh mantan Kadis

Terkait informasi bahwa kapal patroli Bea Cukai diduga menabrak speed boat warga hingga menyebabkan seorang awak speedboat itu meninggal dan satu orang terhempas ke laut,

“Sesaat setelah tabrakan tersebut, petugas Bea Cukai Kanwil Kepri langsung meninggalkan lokasi.

“Setelah kejadian itu, petugas bea cukai sudah meninggalkan lokasi sehingga tidak mengetahui ada tidaknya korban dalam insiden tersebut,” ujarnya.

Ditambahkan Refly, pasca kejadian merebak informasi bahwa terdapat korban meninggal dan seorang warga terhempas ke laut, petugas bea cukai dikerahkan untuk melakukan pencarian.

Baca Juga :  KRI Silas Pepare 386 Tangkap Kapal Ikan Vietnam di Perairan Natuna

“Petugas patroli Kanwil DJBC dikerahkan untuk melakukan pencarian,” ujarnya.

Adapun informasi apakah speedboat tersebut membawa barang muatan ilegal? Refly belum dapat berkomentar banyak.

“Nanti akan kami tanyakan lagi ke bagian yang menangani,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang petugas patroli Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau mengalami luka diduga diserang pelaku penyelundupan minuman beralkohol di sekitar perairan Selat Singapura. Penyerangan terhadap petugas terjadi pada Minggu malam, 1 Desember 2019.

“Satu anggota speed BC (Bea Cukai) mengalami luka robek dan patah gigi di bagian mulut dan memerlukan tindakan medis,” kata Refly.***

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Beras Oplosan, Satgas Pangan Diminta Periksa Gudang milik AC di Baran
Polres Karimun Gelar Upacara Tabur Bunga Di Laut Dalam Rangka HUT Bhayangkara Ke-80
Grand Final Turnamen E-Sports Mobile Legends Kapolres Karimun Cup 2026
PT PLN Karimun Akui Pemasangan Kabel Internet Milik PT SOLNET Ilegal
Polres Karimun Gelar Apel Sabuk Kamtibmas
Karimun Berpeluang Menjadi Pusat Pertumbuhan Baru
PLN Watch: Perusahaan Internet Dilarang Pakai Tiang PLN tanpa Izin
Tim Gabungan Kodaeral IV-Lanal TBK Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi di Perairan Karimun

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:45 WIB

Diduga Beras Oplosan, Satgas Pangan Diminta Periksa Gudang milik AC di Baran

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:55 WIB

Polres Karimun Gelar Upacara Tabur Bunga Di Laut Dalam Rangka HUT Bhayangkara Ke-80

Selasa, 23 Juni 2026 - 05:24 WIB

Grand Final Turnamen E-Sports Mobile Legends Kapolres Karimun Cup 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 15:51 WIB

PT PLN Karimun Akui Pemasangan Kabel Internet Milik PT SOLNET Ilegal

Senin, 22 Juni 2026 - 12:06 WIB

Polres Karimun Gelar Apel Sabuk Kamtibmas

Berita Terbaru